153 PMR Baru Pangkalpinang Dilantik Serentak

Ekstrakulikuler Palang Merah Remaja (PMR) di Pangkalpinang semakin di minati banyak pelajar di sejumlah sekolah.

Terlihat dari jumlah pelantikan anggota baru yang mencapai 153 peserta dari 7 sekolah.

Menariknya, kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Pangkalpinang itu dilakukan secara bersamaan.

Staf PMI Kota Pangkalpinang, Tri Septyo Utami mengatakan pelantikan gabungan ini merupakan inisiatif dari anggota PMR sendiri.

Bertujuan buat mempererat tali silahturahmi sesama PMR di seluruh sekolah sehingga bersinergi dalam melaksanakan berbagai program kerja.

Sekolah yang tergabung, meliputi SMA Negeri 1, SMA Negeri 4, SMK Negeri 2, SMK Negeri 4, SMK Negeri 5, Man 1, dan SMK Sore.

“Mereka yang mengusulkan mau gabungan. Selain itu, mereka secara mandiri mencari dana untuk mengadakan kegiatan ini,” kata Tri.

Ia juga menjelaskan kegiatan pelantikan ini wajib dilaksanakan setahun sekali di sekolah yang mempunyai ektrakulikuler PMR.

Setelah melewati masa orientasi kepalang merahan saat kelas 10 dan menyelesaikan 7 kurikulum PMR barulah dilantik secara resmi sebagai anggota.

Sistem pelantikannya sendiri diserahkan langsung ke pihak sekolah, boleh terpisah maupun gabungan.

“kurikulumnya, yaitu gerakan kepalangmerahan, kepemimpinan, pertolongan pertama, sanitasi dan kesehatan, kesehatan remaja, kesiapansiagaan bencana, dan donor darah,” jelas Tri.

Syarat mengikuti pelantikan, calon anggota baru harus aktif di kegiatan PMR berdasarkan laporan atau penilaian dari pengurus bersangkutan.

Istimewanya tingkat SMA atau wira setelah di lantik mereka memiliki kesempatan bergabung di forum remaja palang merah (Fropis) Pangkalpinang. Forum tersebut dikategorikan bergengsi di tingkat SMA.

“Fropis itu seperti relawan PMI, yait perwakilan PMR sekolah yang tergabung dalam forum. Syarat menjadi anggotanya harus pelantikan PMR terlebih dahulu. Jadi, pelantikan ini sebagai acuan dan mereka mempunya seragam kebesaran,” kata Tri.

Tri menilai kegiatan Fropis cukup banyak terutama mendukung program kerja PMI.

Selain itu, agenda di dalam mereka ada 14 kegiatan, contohnya sosialisasi mencuci tangan ke SD, melatih PBB, mengadakan jalan santai tingkat SD-SMA, dan kelaparan (kelompok kepalang merahan) atau latihan gabungan.

“Perkembangan PMR saat ini cukup baik, dulu orang tau PMR hanya perihal darah. Saat ini orang lebih mengenal PMR karena banyak kegiatan positif baik di sekolah maupun di lingkungan. Trobosan program kerja ke sekolah memang memiliki manfaat dan lebih memperkenalkan PMR apalagi saat menggenakan baju seragam kerja bakti,”